Bahaya Mengisi Ulang Botol Plastik

Bahaya Mengisi Ulang Botol Plastik

Image result for Bahaya Mengisi Ulang Botol Plastik

Air minum dalam kemasan bisa jadi merupakan bagian dari kehidupan Anda sehari-hari. Mudah didapat di mana saja, ringkas, dan murah, menjadikan air minum dalam kemasan kini tersedia dalam berbagai merk dan ukuran. Namun kemudahan ini bukan tanpa risiko, sebagian orang dan beberapa organisasi mulai menyadari efek yang ditimbulkan oleh pemakaian air minum dalam kemasan terutama botol plastik yang digunakan. Tidak hanya mengganggu keseimbangan lingkungan, penggunaan botol plastik juga dapat disebut-sebut dapat membahayakan kesehatan Anda. Berikut ini akan kami jelaskan apasaja Bahaya Mengisi Ulang Botol Plastik .

  1. Warna, Bau dan Rasa Air Berubah

Botol minum dari botol air mineral yang berbahan plastik tidaklah aman dipakai berulang kali meski air isi ulangnya masih baru dan segar. Jika botol terpapar panas, maka bahan kimia dari plastik dapat berpindah yang berakibat pada rasa air yang berubah, belum lagi warna dan bau air yang juga berbeda nantinya.

  1. Penuh Bakteri

Botol air mineral sebaiknya sekali pakai karena para peneliti dari Treadmill Reviews menunjukkan bahwa pengujian botol air mineral plastik yang atlet gunakan selama satu minggu penuh rupanya sudah penuh dengan bakteri. Penemuan lebih dari 900 ribu bakteri ini cukup mengejutkan dan berbagai jenis bakteri ini dapat pula menjadi sebab penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan.

  1. Infeksi

Jika membeli produk air mineral dengan kemasan botol plastik berkualitas rendah, ditambah dengan aktivitas mengisi ulang botol tersebut bisa-bisa malah berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh lho. Berbagai jenis infeksi adalah risiko bahaya dari aktivitas isi ulang botol plastik air mineral karena BPA atau Bisphenol A sendiri berpengaruh buruk pada imun tubuh kita, belum lagi perkembangan bakteri super cepat dan banyak di dalam botol.

  1. Gangguan Hormon

Banyak yang belum tahu bahwa pengisian ulang pada botol plastik air mineral itu bisa memicu paparan bahan kimia yang dapat menjadi peniru hormon estrogen dan lainnya dalam tubuh. Inilah yang kemudian bisa menjadi peningkat risiko masalah hormonal, termasuk gangguan masa pubertas pada remaja perempuan.

Tak hanya itu, karena berdampak negatif pada hormon, otomatis hal ini bisa meningkatkan risiko menurunnya kesuburan, berpengaruh buruk pada kesehatan sistem saraf, hingga menjadi peningkat lemak pada tubuh. Maka bagi anak-anak ataupun remaja yang masih dalam tumbuh kembangnya, sebaiknya tidak memiliki kebiasaan isi ulang botol plastik air mineral ya.

  1. Komplikasi Kehamilan

Kemasan botol air mineral pada plastiknya terkandung bahan BPA atau Bisphenol A yang sangat berbahaya. BPA yang bisa menjadi peniru hormon estrogen malah bisa mengancam kesehatan ibu hamil beserta janinnya. Risiko kelainan kromosom hingga berakibat bayi lahir cacat sangat besar sehingga ibu hamil hindari kebiasaan ini ya.

  1. Kanker Payudara

Dilansir dari Liputan 6, Dr. Marilyn Glenville mengungkapkan kepada Good Housekeeping UK bahwa dalam sebuah kemasan botol air mineral di dalam plastiknya ada bahan kimia tertentu yang berefek buruk bagi sistem tubuh manusia. Tak hanya berdampak ke hormon yang terganggu, risiko kanker payudara juga tinggi pada wanita dengan kebiasaan mengisi ulang botol plastik air mineral.

Demi menghindari bahaya mengisi ulang botol plastik air mineral, bila ingin gunakan sebuah botol minum secara berulang, pilihlah botol yang terbuat dari high-density polyethylene atau HDPE dengan ciri warna yang mirip putih susu serta berbahan lebih tebal. Atau, botol stainless steel jauh lebih aman juga walau lebih mahal sedikit tapi tak akan berbahaya untuk kesehatan.