Bahaya Rokok Elektrik

Bahaya Rokok Elektrik

Rokok elektrik, sering disebut juga vape atau e-cigarette, awalnya diciptakan di Cina pada tahun 2003 oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok, dan merupakan salah satu cara untuk membantu orang-orang untuk berhenti merokok. Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan, dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara. Tetapi tahukah anda bahwa rokok elektrik atau vape sangatlah berbahaya , untuk itu berikut ini kami akan membahas seputar Bahaya Rokok Elektrik :

1. Menurunkan sistem kekebalan tubuh

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?21

Elizabeth M. Martin, dkk, melakukan penelitian yang diterbitkan melalui University of North Carolina, Chapel Hill tentang kekebalan tubuh dan kemampuan sel-sel tubuh melawan infeksi. Penelitian ini dilakukan kepada orang perokok aktif, pengguna vape, dan bukan perokok.

Hasilnya sangat mencengangkan, bahwa perokok aktif dan pengguna vape sama-sama menunjukkan tanda-tanda berkurangnya aktivitas 594 gen yang diketahui mendukung sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Penemuan ini menjadi bukti bahwa senyawa yang ditemukan dalam cairan vape yang berfungsi untuk menciptakan uap memiliki efek imunosupresif pada tubuh.

2. Kandungan kimia di dalam vape menyebabkan bronchiolitis obliterans atau “popcorn lung

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Peneliti Harvard mengungkapkan bahwa pengguna vape beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai ‘popcorn lung‘. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.

Jangan dianggap sepele, karena satu-satunya cara mengatasi penyakit ini dengan transplantasi paru-paru. Kebayang dong bagaimana rasanya jika sampai paru-parumu harus ditransplantasi?

3. Vape dapat meledak karena pemanasan berlebih

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Ledakan dapat terjadi karena pemanasan berlebih dari baterai lithium ion yang digunakan untuk menggerakkan vape. Ledakan ini berbahaya dan dapat membunuh. Kenneth Barbero dari Albany adalah salah satu korban ledakan vape dan mengalami luka parah. Dalam sebuah wawancara, Kenneth menjelaskan bahwa ledakan itu merobek lidahnya, tangannya yang mengalami luka bakar dan beberapa giginya hilang.

4. Bisa kecanduan, meskipun pada katrid tertulis “nicotin-free

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Tes laboratorium FDA menemukan bahwa ditemukan kandungan nikotin yang besarnya tidak sesuai pada label katrid isi ulang. Jadi meskipun pada katrid vape tertulis “nicotin-free“, belum tentu benar-benar bebas nikotin, karena kandungan nikotin yang membuat kecanduan itu ada pada katrid isi ulang.

5. Berbagai kasus keracunan anak terjadi karena vape

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Cairan vape mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi anak-anak. Kandungan nikotin cair di dalamnya sangat tinggi. Efek sampingnya bisa membuat otot berkedut, detak jantung meningkat, muntah, dan berkeringat. Bahkan apabila cairan terkena kulit, bisa menyebabkan sensasi terbakar.

6. Kandungan logam dalam asap vape sama besar bahkan lebih dari asap rokok tradisional

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Sebuah penelitian menemukan bahwa logam seperti timah, nikel, perak, besi, aluminium, silikat, dan kromium terkandung dalam asap vape dalam jumlah yang sama bahkan lebih besar dari yang ditemukan dalam asap rokok tradisional. Partikel-partikel tersebut dapat merusak sistem pernapasan, menimbulkan risiko kanker, dan pertumbuhan sel yang abnormal.

7. Sebagian besar bahan Vape juga mengandung formaldehid, bahan pengawet di kamar jenazah

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Seorang profesor kimia dan teknik di Portland State University di Oregon menemukan adanya formaldehid dalam cairan vape. Formaldehid adalah bahan pembuatan lem dan alat perekat, pelapis produk kertas dan bahan bangunan, bahkan sebagai bahan pengawet di kamar jenazah dan laboratorium medis.

8. Risiko terkena penyakit pneumonia lipoid

8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi Kesehatan, Apakah Karsinogenik?

Seorang wanita berusia 42 tahun terkena pneumonia lipoid saat baru saja menjadi pengguna vape. Kasus ini disebabkan oleh reaksi peradangan terhadap keberadaan zat lipid di paru-paru, atau timbunan lemak yang ditemukan di jaringan paru-paru. Dokter mengatakan bahwa itu semua ada hubungannya dengan minyak berbasis gliserin yang ditemukan dalam vape. Setelah berhenti menggunakan vape, kondisi pernapasannya membaik.