Bahaya Tembakau Rokok Bagi Kesehatan

Bahaya Tembakau Rokok Bagi Kesehatan

Untuk mengetahui seberapa bahaya kandungan rokok, bisa dilihat dari banyaknya senyawa yang ada di dalam asap rokok. Terdapat sekitar 5000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh, hanya dari asap rokok saja.

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik. Berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Bahaya Tembakau Rokok Bagi Kesehatan :

  1. Merusak HDL

Akrolein merupakan salah satu zat hasil pembakaran tembakau rokok. Akrolein berwujud cair serta mengandung alkohol. Pada tubuh, akrolein akan mengganggu proses metabolisme lipid, yakni dengan merusak HDL (kolesterol baik) dan mengubah struktur LDL (kolesterol jahat) yang berada di dalam pembuluh darah menjadi tidak dikenali tubuh. Akibatnya, sistem imun akan mengirim banyak sel darah putih untuk menyerangnya. Penumpukan sel darah putih inilah yang nantinya akan menimbulkan plak dan memicu terjadinya stroke.

  1. Pengangkutan Oksigen Terganggu

Ketika tembakau rokok mulai dibakar dan dihisap, maka ia akan menghasilkan karbon monoksida sebagai hasil akhir pembakaran yang tidak sempurna. Bahaya karbon monoksida bagi tubuh ialah mengganggu pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh. Hal ini karena daya ikat hemoglobin (protein pembawa oksigen) terhadap karbon monoksida jauh lebih kuat daripada daya ikatnya terhadap oksigen itu sendiri. Jika oksigen peredarannya terganggu manusia akan mudah sekali mengalami dada sesak dan sesak nafas.

  1. Berpengaruh Terhadap Sistem Saraf

Di dalam tembakau rokok, nikotin berperan sebagai zat adiktif. Di dalam tubuh, nikotin akan mempengaruhi sistem saraf untuk menstimulasi munculnya perasaan lebih rileks, nyaman, dan mengurangi ketegangan. Efek inilah yang membuat seseorang ketagihan merokok untuk mendapatkan perasaan tersebut. Sedangkan dalam jangka panjang, nikotin juga dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh, sehingga akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

  1. Kerusakan Paru-paru

Zat ammonia yang pada umumnya dimanfaatkan dalam produk pembersih dan pupuk ini ternyata juga ditemukan di dalam rokok. Adanya ammonia akan meningkatkan dampak yang ditimbulkan oleh nikotin. Yakni reaksi antara keduanya akan menjadikan nikotin berwujud gas sehingga mudah terserap melalui saluran pernafasan. Selain itu, ammonia juga memicu terjadinya kerusakan paru-paru.

  1. Keracunan

Gabungan dari senyawa hydrogen serta sianida merupakan racun yang sangat berbahaya bagi tubuh. Pada pengonsumsi rokok, hydrogen sianida akan merusak lapisan silia di sepanjang saluran nafas serta paru-paru, padahal fungsi silia sendiri adalah sebagai penghalau zat asing agar tidak masuk ke paru-paru. Selain itu, keracunan sianida juga dapat menimbulkan berbagai macam gejala, seperti sakit kepala, mual, muntah, sesak  nafas, jantung bedebar, hilang kesadaran sampai kematian.

  1. Radang Pau-paru

Nitrogen oksida merupakan gas beracun yang dapat memicu radang pada paru-paru. Selain ditemukan pada rokok, gas nitrogen oksida juga lazim dijumpai pada produk sampingan/limbah kendaraan bermotor dan pabrik. Meski secara alami tubuh memerlukan nitrogen oksida dalam jumlah kecil sebagai perantara impuls antar sel, namun jika jumlahnya terlalu besar justru akan menyebabkan masalah diatas serta memperlebar saluran pernafasan sehingga zat-zat kimia berbahaya lain lebih mudah masuk ke paru-paru.

  1. Menyebabkan Kanker

Formalin yang pada umumnya digunakan sebagai campuran produk pembasmi hama serta pengawet mayat jika sampai masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan kanker.

  1. Menghambat Kinerja Enzim

Fenol menjadi berbahaya bagi tubuh karena sifatnya yang dapat terikat protein sehingga menghambat cara kerja enzim dalam tubuh.

  1. Mengacaukan Sistem Metabolisme

Senyawa dari hydrogen sulfide adalah gas yang cenderung beracun ada pada tembakau. Dampak buruk dari racun ini ialah menghalangi oksidasi dari enzim tertentu sehingga mengacaukan metabolisme tubuh.

  1. Kematian

Dalam suhu kamar, methanol berwujud cair dan mudah menguap. Selain itu, metanol juga cenderung mudah terbakar. Dampak berbahaya dari kontak secara langsung dengan methanol yakni dapat merusak indra penglihatan bahkan dapat menyebabkan kematian.

  1. Komplikasi

Kandungan tar dalam tembakau rokok sudah banyak dikenal sebagai salah satu zat berbahaya bagi tubuh. Diantaranya yakni dapat menyebabkan penyakit jantungbronkitisemfisema, serta gangguan pada kehamilan. Sedangkan ketika tembakau dibakar, tar akan menjadi zat karsinogenik yang memicu penyakit kanker.

  1. Regenerasi Sel Terganggu

Zat arsenik merupakan logam beracun yang sering menyebabkan kematian pada para pekerja pabrik. Adanya akumulasi arsenik sedikit demi sedikit dari rokok akan dapat mengganggu kemampuan sel tubuh untuk memperbarui diri.

  1. Merusak DNA

Dampak berbahaya dari nitrosamine bagi tubuh ialah kemampuannya merusak DNA sel. Dengan adanya mutasi pada DNA, maka menjadikan nitrosamin sebagai bahan karsinogen kuat di dalam rokok. Pada dasarnya nitrosamin ditemukan dalam jumlah sedikit di dalam tembakau, akan tetapi akan meningkat ketika tembakau dibakar.

  1. Leukimia

Banyak sekali zat kimia yang menggunakan benzene sebagai zat pelarut, termasuk bahan bakar bensin. Di dalam tembakau sendiri banyak ditemukan benzene, sehingga bagi seorang perokok, ia akan mendapat benzene sepuluh kali lipat daripada mereka yang bukan perokok. Sementara bahaya benzene bagi tubuh ialah dapat menyebabkan kanker darah.

  1. Penyakit Ginjal

Pada praktiknya, kadmium merupakan salah satu komponen dalam pembuatan batu baterai. Bahan yang tidak wajar jika dikonsumsi tubuh ini diketahui bisa menyebabkan kanker, memicu kerusakan ginjal, serta merusak lapisan pembuluh arteri.

  1. Kanker Kulit

Polonium adalah salah satu bahan radioaktif pemicu kanker bagi tubuh. Meski secara alami pancaran sinar alfa dari polonium-210 dapat dilindungi oleh kulit. Akan tetapi lain halnya bagi perokok, peran penting kulit menjadi tidak berguna karena mereka memaparkan polonium-210 secara langsung kepada sel-sel paru. Hal ini lah yang akan memicu tumbuhnya kanker kulit dengan mudah. Kromium juga merupakan zat karsinogenik bagi tubuh. Pada umumnya, zat kimia berbentuk logam ini digunakan sebagai campuran untuk pembuatan logam lain serta sebagai campuran pembuatan cat