Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

How to Pop a Pimple | Men's Health

Selama ini, banyak orang yang mengaitkan jerawat dengan kebersihan kulit yang tidak terjaga. Padahal, hormon juga dapat menyebabkan munculnya jerawat. Hormon penyebab jerawat ini dapat menjadi masalah bila kadarnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Fluktuasi dan ketidakseimbangan kadar hormon tertentu di dalam tubuh bisa menyebabkan kulit menjadi berminyak atau kering. Efeknya, kulit jadi lebih rentan berjerawat. Itulah sebabnya, hormon-hormon tersebut dianggap sebagai hormon penyebab jerawat. Nah berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Cara Mengatasi Jerawat Hormonal yang bisa anda coba.

1. Terapi hormonal

Nggak Boleh Sembarangan, Ini 5 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Melansir dari Refinery29, salah satu perawatan untuk mengatasi masalah jerawat hormon adalah dengan terapi hormonal, yaitu kombinasi kontrasepsi oral atau pil. Dermatolog menjelaskan kalau kandungan estrogen dalam pil konstrasepsi dapat mengurangi produksi sebum dan hormon androgen.

Dari hasil pengamatan, hasil perawatan ini dapat terlihat setelah konsumsi kontrasepsi oral dan obat-obatan tertentu selama 3 bulan. Namun, bukan berarti kamu dapat membeli obat ini secara sembarangan, Bela. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dermatolog agar tahu konsumsi pil kontrasepsi yang tepat untuk mengatasi jerawat hormonal.

2. Spironolactone

Nggak Boleh Sembarangan, Ini 5 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Spironolactone adalah salah satu obat oral lainnya yang sering diresepkan dermatolog untuk masalah jerawat hormonal. Namun, dokter di bidang lain jarang meresepkan obat ini karena spironolactone merupakan obat tanpa label. Artinya, obat ini didaftarkan untuk kebutuhan lain, yaitu mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Namun terlepas dari gangguan kesehatan itu, spironolactone merupakan penghalang androgen. Artinya, obat ini dapat memperlambat produksi hormon laki-laki dalam tubuh perempuan yang menyebabkan minyak berlebih serta jerawat.

Dermatolog juga menjelaskan kalau spironolactone sangat berhmanfaat pada perempuan dewasa dan pada mereka yang menderita PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium). Namun ingat, obat ini hanya boleh diresepkan dokter atau spesialis yang memiliki pengalaman lebih untuk boleh melakukannya. Jadi, pastikan kamu berkonsultasi dengan dermatolog untuk mengambil langkah pengobatan ini.

3. Isotretinoin (a.k.a Roaccutane)

Nggak Boleh Sembarangan, Ini 5 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Isotretinoin adalah obat berbahan dasar vitamin A yang sangat efektif dalam menangani jerawat parah yang menunjukkan gejala luka. Obat ini juga memiliki peran pada jerawat yang resisten terhadap pengobatan lainnya, kambuh dengan cepat setelah terapi antibiotik, atau memiliki dampak psikologis yang mendalam.

Obat ini bekerja dengan menghentikan kelenjar minyak memproduksi terlalu banyak sebum dan mempercepat pergantian sel kulit mati. Keduanya ini kemudian membantu mencegah pori-pori tersumbat yang dapt menyebabkan jerawat. Namun, pengobatan ini dapat menyebabkan efek samping, salah satunya kulit jadi lebih kering. Karena itu, obat ini nggak dapat dibeli secara bebas dan membutuhkan pengawasan dari dermatolog saat pemakaian.

4. Skincare – retinoid

Nggak Boleh Sembarangan, Ini 5 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Selain dapat merawat kulit dari tanda-tanda penuaan dini, retinoid rupanya dapat melawan jerawat, Bela. Retinoid merupakan produk berbahan dasar vitamin A yang pada dasarnya menghentikan sel kulit jadi lebih lengket. Artinya, retinoid membantu mengurangi kemungkinan pori-pori tersumbat dan mencegah pembentukan blackhead.

Namun, ada beberapa efek samping yang perlu kamu waspadai, seperti iritasi dan kemerahan. Jadi, dermatolog menyarankan untuk menggunakan retinoid dalam jumlah sedikit dan nggak terlalu sering pada awal pemakaian, kemudian bertahap seiring berjalannya waktu. Selain itu, gunakan retinoid pada malam hari karena produk ini membuat kulit rentan terhadap sinar matahari.

5. Skincare dengan kandungan acid

Nggak Boleh Sembarangan, Ini 5 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

Nggak hanya karena hormon, adanya produksi minyak berlebih bercampur dengan sel kulit matu dapat menyebabkan munculnya jerawat. Untuk masalah seperti ini, kamu dapat mengatasinya dengan menggunakan skincare yang memiliki kandungan acid atau asam. Kandungan asam paling umum kamu temukan adalah asam glikolik atau glycolic acid.

Asam ini membantu menghancurkan lapisan atas sel kulit mati dan mencegah munculnya noda jika rutin menggunakannya. Jenis asam lain seperti asam laktik juga memiliki manfaat yang sama dan cocok untuk kulit berjerawat yang sensitif.

Ada juga jenis asam terkenal, yaitu asam salisilik, yang membantu mengeksfoliasi lapisan atas kulit namun bekerja jauh ke dalam pori-pori untuk menghancurkan sebum sehingga efektif untuk mengatasi blackhead.

Itulah beberapa cara mengatasi jerawat hormonal. Kunci utamanya adalah kamu perlu berkonsultasi dengan dermatolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari efek samping pada kulit.